Jurnal Ifan

Tempat menyimpan tutorial, coretan, maupun unek-unek. Mungkin lain kali bisa saya gunakan kembali ^_^

Bandung, Indonesia.
01
Jul 21

Menambahkan font di GNU/Linux

Font


Dalam dunia komputasi, tidak akan terlepas dari namanya font (selanjutnya akan saya gunakan istilah fon). Fon adalah sebuah bahan wajib bagi seorang desain grafis, terutama untuk membuat typografi. Jika fon yang digunakan hanya itu-itu saja, tentu hasil desain akan sangat monoton.

Dewasa ini, sangat banyak situs penyedia fon gratis, mulai dari Google fontsdafont1001fonts1001freefonts, dan masih banyak lagi. Namun perlu diingat, perhatikan juga lisensi fon tersebut karena tidak semua fon gratis bisa sobat gunakan sepuasnya, jangan sampai fon dengan lisensi free for personal use (gratis untuk penggunaan pribadi) digunakan untuk kebutuhan komersial.

Kembali ke topik pembahasan, untuk menambahkan fon, tentu sobat harus mengunduh dahulu fonnya. Saran saya cari font di Google fonts, karena hampir semua fon disana berlisensi fon Terbuka SIL dan lisensi Apache 2.0, artinya sobat bebas menggunakannya untuk kebutuhan komersial.

Format berkas fon yang banyak didukung adalah .ttf ataupun .otf, jadi pastikan berkas fon yang sobat download berformat ttf atau otf.

Berikut cara menambahkan fon di GNU/Linux.

  1. Buka file manager di komputer sobat.
  2. Buat folder .fonts di home directory. Untuk folder yang diawali dengan titik akan bersifat tersembunyi, tekan Ctrl+H untuk memunculkan folder tersembunyi.
  3. Pindahkan fon yang sobat unduh ke folder .fonts, dalam hal ini sobat bisa memindahkan banyak fon sekaligus.

Sampai di tahap ini, sobat sudah berhasil menambahkan fon di komputer sobat, namun agar sistem cache mengenali fon yang sobat tambahkan, sobat perlu memperbaharui cache fon di komputer sobat. Caranya sangat mudah kok.

  1. Buka terminal.
  2. Ketikan perintah terikut, lalu tekan enter.
    fc-cache -f -v

Itulah cara menambahkan fon di GNU/Linux. Cara ini bisa digunakan di semua distro linux, seperti Debian, Ubuntu, Elementary OS, Linux Mint, Arch, Fedora, dan lain-lain.
Komentar
Silakan login dahulu untuk memberikan komentar.